Karna D.I.A
Lihatlah luka ini..
Yang sakitnya abadi
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Dahulu aku mempunyai seorang kekasih
yang amat ku sayangi, aku merasa nyaman di dekatnya, bersikap apa adanya tanpa
membuat rekayasa dan tanpa berpura-pura, meskipun kami selalu mengolok-ngolok
satu sama lain tapi kami tau, dengan cara itu lah kami mengekspresikan rasa
sayang kami, semua begitu indah.. hari-hari yang kami lalui bahkan terkadang di
warnai dengan pertengkaran, tapi... semua itu datang secara tiba-tiba tanpa
terduga dan begitu cepat, keadaan dimana aku tak bisa berbuat apa-apa dan ia
yang mulai disibukkan dengan berbagai tuntutan hidup dan kuliahnya, awalnya
semua seperti biasa tapi kemudian aku yang terlalu terbawa emosi hingga ingin
berpisah dengannya dan ia menyutujuinya, entah apa yang aku pikirkan saat itu
yang pasti aku benar-benar hancur bahkan hingga saat ini, hancur yang begitu
hancur hingga dalam beberapa dekade lamanya. Tak ingin beraktifitas, tak
bernafsu makan dan yang ku lakukan hanyalah berdiam diri dan meratapi nasib,
terlalu klise memang. :D
Sulit menepis bayangnya dari benakku,
aku sudah mencari berbagai aktifitas agar segala tentangnya yang ada dipikiran
ini dapat teralih, bahkan hingga kekasih baru, tetapi lagi-lagi bayangannya
datang, hingga kami harus berpisah karna ia tau bahwa aku masih merindukan
orang lain. Hari ini aku bertemu dengannya kembali, orang yang tak bisa ku
cintai ahkan setelah satu setengah tahun lamanya kami berpisah. Rasanya ada
yang aneh terhadap tubuhku, aku merindukan genggaman tangan dan pelukannya
tetapi aku tak berbuat apa-apa, bahkan ketika dia mencoba mengajakku berbicara
aku malah langsung pergi. Situasi ini menjadi kikuk diantara kami, rasanya
sesak disini.. karna aku begitu merindukannya.
Sampai saat ini, aku masih belum
mengerti kenapa aku begitu meN.Y.A.Y.A.N.G.I.nya, yang aku tahu.. aku
menyayanginya hanya karna itu D.I.A. tak ada yang lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar