Jumat, 22 Mei 2015

Karna D.I.A
Lihatlah luka ini..
Yang sakitnya abadi
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Dahulu aku mempunyai seorang kekasih yang amat ku sayangi, aku merasa nyaman di dekatnya, bersikap apa adanya tanpa membuat rekayasa dan tanpa berpura-pura, meskipun kami selalu mengolok-ngolok satu sama lain tapi kami tau, dengan cara itu lah kami mengekspresikan rasa sayang kami, semua begitu indah.. hari-hari yang kami lalui bahkan terkadang di warnai dengan pertengkaran, tapi... semua itu datang secara tiba-tiba tanpa terduga dan begitu cepat, keadaan dimana aku tak bisa berbuat apa-apa dan ia yang mulai disibukkan dengan berbagai tuntutan hidup dan kuliahnya, awalnya semua seperti biasa tapi kemudian aku yang terlalu terbawa emosi hingga ingin berpisah dengannya dan ia menyutujuinya, entah apa yang aku pikirkan saat itu yang pasti aku benar-benar hancur bahkan hingga saat ini, hancur yang begitu hancur hingga dalam beberapa dekade lamanya. Tak ingin beraktifitas, tak bernafsu makan dan yang ku lakukan hanyalah berdiam diri dan meratapi nasib, terlalu klise memang. :D
Sulit menepis bayangnya dari benakku, aku sudah mencari berbagai aktifitas agar segala tentangnya yang ada dipikiran ini dapat teralih, bahkan hingga kekasih baru, tetapi lagi-lagi bayangannya datang, hingga kami harus berpisah karna ia tau bahwa aku masih merindukan orang lain. Hari ini aku bertemu dengannya kembali, orang yang tak bisa ku cintai ahkan setelah satu setengah tahun lamanya kami berpisah. Rasanya ada yang aneh terhadap tubuhku, aku merindukan genggaman tangan dan pelukannya tetapi aku tak berbuat apa-apa, bahkan ketika dia mencoba mengajakku berbicara aku malah langsung pergi. Situasi ini menjadi kikuk diantara kami, rasanya sesak disini.. karna aku begitu merindukannya.

Sampai saat ini, aku masih belum mengerti kenapa aku begitu meN.Y.A.Y.A.N.G.I.nya, yang aku tahu.. aku menyayanginya hanya karna itu D.I.A. tak ada yang lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar