Senin, 23 Maret 2015



Review Presentasi tentang Fundamentalisme



by : Nimas, 23 Maret 2015, 22.35
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, fundamentalisme merupakan paham yang cenderung untuk memperjuangkan secara radikal (keras), menurut istilah fundamentalisme merupakan faham yang berusaha memperjuangkan hal-hal yang dasar. Aliran ini muncul bukan dari kalangan Islam tetapi dari Barat (Nasrani), ketika ingin mempertahankan keaslian (orisinil) ajaran-ajaran agamanya. Aliran ini lahir sebagai reaksi dari modernitas, mereka menganggap bahwa modernitas hanya akan merusak ajaran-ajaran agama. Dalam Islam ajaran ini muncul setelah Nabi Muhammad wafat dan kepemimpinan dalam masa peralihan antara Usman dengan Ali yang menimbulkan kericuhan, kemudian muncul Khawarij yang merupakan gerakan pertama fundamentalisme Islam yang akhirnya menjadi wahabi. fundamentalisme mengklaim bahwa dirinya paling benar (kebenaran tunggal) dan menolak tradisi, menolak plural dan menolak toleransi dan sebagainya, karena menurut mereka semakin orang berfikir kemodernan maka nilai-nilai agama semakin berkurang. Mereka khawatir jika kemodernan ini terus berkembang maka akan merusak nilai-nilai agama itu sendiri, karena hal-hal kemodernan menuntut seseorang untuk merasionalkan segala hal serta kebenaran itu hanya milik rasio. Sesuatu dikatakan benar jika dapat diukur, universal, dapat dibuktikan dan rasinonalitas, hal tersebut merupakan hal-hal yang bersifat keduniaan sebagai akibat kemodernan menurut mereka yang menganut aliran fundamentalisme. Selain itu agama dijadikan sesuatu yang sakral yang tidak bisa di campur tangankan oleh manusia dan kemodernan menunjukkan segi material (duniawi).
Aliran fundamentalis ini memandang masyarakat hitam putih, berbeda dengan Fazlur Rahman yang merupakan bapak neomodernis Islam, dalam bukunya Islam dan Modernitas: tentang Transformasi Intelektual, ia mengemukakan bahwa kemodernan  adalah suatu hal yang tidak harus dihindari tetapi harus dihadapi, karena kemodernan justru menjadi peluang bagi Islam agar lebih maju dan dapat menjawab tantangan zaman.
Modernitas menurut fundamentalis merupakan suatu program yang  ertolak belakang dengan al-Qur’an dan sunnah, modernitas dianggap melenceng dari ajaran Islam karena menganggap semua agama itu benar, menurut fundamentalis pendapat itu salah karena agama yang paling benar adalah agama Islam, sebagaimana ajaran yang berkembang pada masyarakat muslim sampai saat ini. Fundamnetalis merupakan cara berfikir yang bersifat Ilahiyah.
Di Indonesia kelompok-kelompok yang menganut aliran fundamentalis, salah satu diantaranya yaitu: Hiztbut Tahrir Indonesia (HTI), dimana kelompok ini berusaha memperjuangkan  Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim agar sistem pemerintahannya yang tadinya demokrasi menjadi sistem khilafah, sistem khilafah ini merupakan sistem pemerintahan yang didalamnnya termuat ajaran-ajaran Islam, baik dari hukum maupun segala nilai moral yang mengatur kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar